Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Metro

Admin Akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi

Daniel Martinez - kabarsaji.com 3 mins read 12 views

kap Polisi Admin Akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi - Admin akun TheKerupuk, Icad, diduga ditangkap oleh polisi di Polres Metro Tangerang Kota pada

Admin Akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi

Admin Akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi

Admin Akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi – Admin akun TheKerupuk, Icad, diduga ditangkap oleh polisi di Polres Metro Tangerang Kota pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 siang. Menurut sumber yang diberi kredensial oleh tim penyidik, operasi penangkapan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan dilakukan secara tergesa-gesa. Kejadian ini menimbulkan kekhwatiran di kalangan masyarakat karena dianggap melanggar hak asasi manusia, terutama dalam konteks kebebasan berbicara di media sosial. Icad, yang juga merupakan pengelola konten @TheKerupuk, diduga ditahan sebagai bagian dari penyelidikan terkait sejumlah meme yang memicu perdebatan di masyarakat.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia

“Penangkapan ini menunjukkan kurangnya transparansi dari pihak kepolisian,” ujar Nenden Sekar Arum, Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), dalam wawancara pada Rabu, 15 Juli 2026. “Icad hanya dituduh tanpa bukti yang jelas, dan dia bahkan tidak sempat membela diri sebelum ditahan.”

Dalam pernyataannya, Nenden menekankan bahwa kepolisian belum mengungkapkan alasan pasti di balik tindakan mereka. “Banyak dari konten yang diposting Icad bersifat kritis dan tidak melanggar hukum secara langsung. Jadi, ada kemungkinan tindakan ini merupakan upaya untuk menekan suara publik,” tambahnya. Icad dituduh melakukan kegiatan yang dianggap merusak reputasi perusahaan TheKerupuk, meski perusahaan tersebut tidak memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan tersebut.

Daniel Winarta, pengacara dari LBH Jakarta, menyebut prosedur penangkapan tidak sesuai dengan standar hukum. “Penyidik tidak menunjukkan surat perintah penangkapan, sehingga tindakan ini bisa dikategorikan sebagai penangkapan ilegal,” kata Daniel. Menurutnya, Icad hanya bisa berbicara setelah diberi waktu oleh polisi, tetapi tidak ada kesempatan untuk memberi wawancara publik atau menjelaskan konten yang dianggap kontroversial. “Ini menunjukkan adanya kekuasaan yang berlebihan dalam penegakan hukum di media sosial,” tambah Daniel.

Konten Meme dan Dampaknya

Penyidik menilai sejumlah meme yang diposting di akun @TheKerupuk berpotensi memengaruhi opini publik. Meme-meme tersebut dianggap mengandung kritik terhadap kebijakan pemerintah dan sistem yang berlaku. Icad, sebelumnya dikenal sebagai penyebab konten kreatif dan menyentuh, dilaporkan memberikan pernyataan bahwa konten-konten tersebut tidak dirancang untuk memicu konflik, tetapi hanya sebagai bentuk ekspresi kebebasan berbicara.

Pemangkapan Icad juga menarik perhatian para aktivis media sosial. Mereka mengkritik kepolisian karena tidak mengambil langkah preventif sebelum melaksanakan tindakan tegas. “Ini adalah contoh bagaimana media sosial bisa menjadi alat penindasan, jika tidak diawasi dengan tepat,” kata salah satu aktivis yang mengetahui kejadian tersebut. Selain itu, akun @TheKerupuk dianggap telah dialihkan oleh polisi, sehingga publik tidak lagi bisa menyaksikan konten yang diposting oleh Icad secara langsung.

Proses pemeriksaan Icad berlangsung sejak pukul 01.00 WIB hingga 07.30 WIB pagi hari. Menurut informasi yang didapat, pihak kepolisian menyita beberapa dokumen yang terkait dengan kegiatan admin akun TheKerupuk selama beberapa bulan terakhir. Penyidik menyebut konten-konten tersebut berpotensi menyebar berita yang tidak akurat, sehingga memicu kegundahan di masyarakat. Meski demikian, Icad menegaskan bahwa semua konten telah dipastikan valid sebelum dipublikasikan.

Respons dari Perusahaan dan Masyarakat

Pihak TheKerupuk belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan penangkapan Icad, meskipun sejumlah karyawan menyampaikan kekecewaan atas tindakan tersebut. “Kami belum mengetahui detailnya, tetapi sangat mendukung kebebasan berbicara Icad,” kata salah satu karyawan yang dihubungi Tempo. Di sisi lain, masyarakat membagikan berbagai reaksi di media sosial, baik mendukung maupun menentang tindakan polisi. Beberapa orang menilai bahwa penangkapan Icad adalah bentuk penindasan terhadap suara kritis, sementara yang lain menyebut bahwa kebijakan tersebut perlu diadopsi untuk menjaga kualitas informasi.

Dalam konteks ini, admin akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi menjadi isu yang ramai di media sosial. Pengguna media sosial membagikan berita, foto, dan video yang memperlihatkan proses penangkapan tersebut, dengan tagar #TheKerupuk dan #PenangkapanIcad. Situs berita Tempo telah melakukan verifikasi terhadap sumber-sumber yang mengungkapkan kejadian tersebut, tetapi hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan lengkap mengenai alasan penangkapan.

Kejadian ini juga menjadi sorotan para peneliti hukum dan media sosial. Mereka menilai bahwa adanya tindakan tegas terhadap admin akun TheKerupuk Diduga Ditangkap Polisi menunjukkan adanya peningkatan pengawasan oleh pihak berwenang terhadap konten digital. “Ini bisa menjadi tanda awal dari perang terhadap kebebasan berbicara di Indonesia,” kata seorang peneliti. Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa tindakan ini merupakan langkah preventif untuk menangkal keberadaan meme yang dianggap mengganggu ketertiban umum.

Gabung diskusi