Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak, Realisasi Capai Rp 590,2 Miliar

Daniel Martinez - kabarsaji.com 3 mins read 11 views

resiasi Wajib Pajak, Realisasi Capai Rp 590,2 Miliar Latest Program - Hingga pertengahan tahun 2026, penerimaan pajak daerah Kabupaten Gresik telah mencapai

Latest Program: Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak, Realisasi Capai Rp 590,2 Miliar

Pemkab Gresik Apresiasi Wajib Pajak, Realisasi Capai Rp 590,2 Miliar

Latest Program – Hingga pertengahan tahun 2026, penerimaan pajak daerah Kabupaten Gresik telah mencapai 52,91 persen atau sebesar Rp 590,248 miliar. Capaian ini menjadi fondasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mempercepat proyek pembangunan di berbagai bidang serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajiban perpajakan.

Kegiatan Apresiasi

Pada Selasa, 14 Juli 2026, Pemkab Gresik mengadakan acara apresiasi bagi wajib pajak di Rumah Makan Soto Cak Har Cabang Menganti. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala UPT PPD Gresik Bapenda Provinsi Jawa Timur Eko Setiawan, perwakilan PT Jasa Raharja, Ikatan Notaris Indonesia, Ikatan PPAT, Bank Jatim Cabang Gresik, Subaga Mitra Solusi, serta para pelaku usaha dan warga setempat.

“Semua pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi kepada masyarakat. Pemerintah hanya mengelolanya menjadi pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pajak yang dikumpulkan dari warga dianggap sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang kemudian dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta program yang langsung berdampak pada kebutuhan masyarakat. Kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan progres pembangunan daerah.

“Ini bentuk motivasi bagi masyarakat agar semakin taat membayar pajak. Pajak memang dipungut dari masyarakat, tetapi seluruh manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Strategi Pemkab Gresik

Pemkab Gresik terus membangun kepercayaan masyarakat melalui berbagai inisiatif. Salah satu langkah yang diambil adalah pemasangan tapping box pada transaksi usaha makanan dan minuman. Alat ini memastikan setiap pembayaran pajak tercatat secara jelas, sehingga pendapatan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dikelola secara transparan dan efisien.

Selain itu, Pemkab Gresik juga mendorong penggunaan transaksi non-tunai sebagai alternatif pembayaran yang lebih praktis, aman, dan efektif. Digitalisasi ini diharapkan meningkatkan akuntabilitas serta optimalisasi pengelolaan keuangan daerah.

Program Apresiasi Berkelanjutan

Program apresiasi wajib pajak telah dilakukan Pemkab Gresik sejak tahun lalu dan kembali diadakan di tahap awal 2026. Menurut Yani, langkah ini membantu mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak yang terlihat dari realisasi pendapatan pajak hingga 13 Juli 2026, yaitu 52,91 persen atau sebesar Rp 590,248 miliar.

Dari beberapa jenis pajak, beberapa mencatatkan pertumbuhan signifikan. Contohnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencapai 73,38 persen atau Rp 183,448 miliar, serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar 56,77 persen atau Rp 142,925 miliar.

“Kami berharap sampai akhir tahun capaian penerimaan pajak bisa semakin baik. Yang terpenting, masyarakat melihat bahwa pajak yang mereka bayarkan benar-benar dikelola menjadi PAD, kemudian dibelanjakan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Perkembangan Infrastruktur

Salah satu bukti manfaat pajak dapat dilihat dari perbaikan infrastruktur di Kecamatan Menganti. Dulu, ruas jalan utama hanya memiliki dua lajur, tetapi kini telah diperlebar menjadi empat lajur dengan lebar sekitar 14 meter, sepanjang kurang lebih 13 kilometer hingga perbatasan Kota Surabaya.

Bupati Yani menegaskan bahwa pembangunan di wilayah Menganti akan terus berlanjut melalui pengembangan jalan alternatif yang menghubungkan area strategis. Ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Gresik untuk memastikan pertumbuhan yang merata di seluruh wilayah.

Gabung diskusi