Live voltage Agustus 2, 2026
Power Radar
Metro

Latest Program: Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di UAD Yogyakarta

Jennifer Taylor - kabarsaji.com 3 mins read 8 views

ual di UAD Yogyakarta Latest Program - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa dua mahasiswi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menjadi

Latest Program: Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di UAD Yogyakarta

Latest Program: Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di UAD Yogyakarta

Latest Program – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa dua mahasiswi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menjadi sorotan utama dalam Latest Program terkini. Setelah laporan viral di media sosial, Kepolisian Resort Sleman memulai penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap detail kejadian tersebut. Dugaan pelaku terjadi selama program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung di Sleman pada Mei 2026, serta dalam kesempatan lain ketika mahasiswa berkumpul. Laporan resmi diterima Unit Perlindungan Perempuan dan Anak pada 6 Juli 2026, setelah korban bersama kuasa hukumnya mengajukan laporan ke pihak berwajib.

Detail Laporan dan Penanganan oleh Polisi

Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Sleman, Inspektur Satu Argo Anggoro, penyidik masih dalam proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi untuk memastikan fakta. “Kami belum bisa memberikan informasi lebih detail karena penanganan masih berlangsung,” terangnya, Senin, 13 Juli 2026. Laporan kasus ini juga menarik perhatian internal kampus, dengan para mahasiswa meminta transparansi dan tindakan tegas. Dalam Latest Program, investigasi polisi menjadi fokus utama untuk memastikan kebenaran dan memberikan keadilan kepada korban.

“Laporan kasus tersebut telah kami terima dan mulai diselidiki,” ujar Argo, mengungkapkan langkah pihak kepolisian dalam menangani dugaan pelecehan seksual. Penyelidikan ini diharapkan bisa memperjelas apakah tindakan pelaku termasuk dalam kategori kekerasan seksual yang serius.

Kasus yang melibatkan seorang mahasiswa UAD berinisial ACR ini menunjukkan bagaimana Latest Program bisa menjadi platform untuk memicu perhatian publik terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Dugaan pelaku terjadi selama program KKN, yang merupakan bagian dari aktivitas akademik mahasiswa. Informasi awal muncul setelah akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UAD membagikan kisah korban, termasuk pengakuan bahwa pelaku telah menceritakan tindakannya kepada pihak tertentu.

Respons Kampus terhadap Kasus

Selain penyelidikan polisi, UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi juga mengambil langkah tindakan. Kepala Bidang Humas dan Protokol kampus, Ariadi Nugraha, menyatakan institusi mengecam segala bentuk pelecehan seksual dan mengambil keputusan penjatuhan sanksi terhadap terduga pelaku. “Kami menghormati pilihan korban menempuh jalur hukum,” tambah Ariadi, Minggu, 12 Juli 2026. Sanksi yang diberikan meliputi pembatalan program KKN selama dua periode dan larangan mengikuti Latest Program ke depan.

“Keputusan ini disetujui oleh orang tua atau wali kedua belah pihak,” kata Ariadi, menjelaskan langkah kampus dalam menangani dugaan pelanggaran. Penanganan ini menunjukkan komitmen UAD untuk menjaga lingkungan akademik yang aman dan sehat bagi semua mahasiswa.

Sebagai bagian dari Latest Program, pihak BEM FH UAD juga aktif mengawal kasus ini. Wakil Gubernur BEM FH UAD, Egy Dimas, mengungkapkan bahwa organisasi tersebut telah menggelar audiensi dengan rektorat dan meminta penanganan yang lebih transparan. “Kami mendesak terduga pelaku bisa di-DO sesuai Peraturan Rektor Tahun 2025 karena pelecehan seksual dianggap pelanggaran berat,” ujarnya. Audiensi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa proses penyelidikan tidak hanya mengandalkan laporan dari korban, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Korban, menurut Egy, sempat merasa tidak mendapat respons signifikan dari pengawas KKN sebelum memutuskan melaporkan ke pihak berwajib. Dengan bantuan pendampingan psikologis, korban berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lain. Latest Program yang sedang berlangsung juga menyoroti pentingnya pendidikan kesadaran akan kekerasan seksual dalam dunia akademik, termasuk dalam program-program yang melibatkan interaksi antar mahasiswa.

Gabung diskusi