Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Gubernur Lampung Dorong Penggunaan PHC, Percepat Produksi Kopi menjadi 1,5 tahun

Mary Martinez - kabarsaji.com 2 mins read 7 views

Gubernur Lampung Dorong Penggunaan PHC untuk Mempercepat Produksi Kopi Latest Program - Pada Kamis, 9 Juli 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Latest Program: Gubernur Lampung Dorong Penggunaan PHC, Percepat Produksi Kopi menjadi 1,5 tahun

Gubernur Lampung Dorong Penggunaan PHC untuk Mempercepat Produksi Kopi

Latest Program – Pada Kamis, 9 Juli 2026, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan inspeksi ke Kebun Induk Hanakau yang dikelola oleh UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung. Kehadirannya bertujuan untuk mendorong transformasi sektor perkebunan dengan menerapkan inovasi teknologi ramah lingkungan yang meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani kopi.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, serta beberapa jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Rombongan mengelilingi kebun kopi yang berfungsi sebagai pusat percontohan, penelitian, dan pengembangan benih unggul di daerah tersebut.

Pengembangan Kebun Induk Hanakau

Kebun Induk Hanakau berperan sebagai salah satu sentra pengembangan kopi yang menerapkan metode budidaya modern dan teknik perawatan tanaman. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Dalam kebun tersebut, dua jenis kopi utama dikembangkan, yaitu robusta dan arabika. Untuk kopi robusta, tersedia klon nasional berkualitas seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436. Selain itu, kebun ini juga menguji klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang akan dikembangkan menjadi varietas unggul dengan sertifikasi.

Kopi arabika diuji adaptasinya di dataran tinggi Sukau dengan sekitar 200 batang tanaman yang ditanam. Proses ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja varietas tersebut dalam kondisi lingkungan tertentu.

Inovasi PHC Menjadi Fokus Pembahasan

Selama kunjungan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang kini diuji coba di Kebun Induk Hanakau. PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal, diproduksi dari limbah kelapa, kedelai, dan air cucian beras.

“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Menurut Mirza, penggunaan PHC berdampak positif pada pertumbuhan tanaman. Dengan aplikasi ini, pertumbuhan akar dan daun lebih cepat, pembungaan lebih efisien, ukuran buah meningkat, serta kesuburan tanah diperbaiki. Dampaknya, ketergantungan pada pupuk kimia berkurang.

Gubernur juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol kepada petani. Sampel ini bisa langsung diuji coba di lahan masing-masing. Program PHC di Kebun Induk Hanakau dimulai sejak 2025 di lahan percontohan seluas dua hektare, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan.

Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung

Kebijakan inovasi pertanian seperti PHC menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung. Tujuannya adalah memperkuat daya saing sektor perkebunan dan meningkatkan pendapatan petani melalui teknologi yang ekonomis, mudah diaplikasikan, dan ramah lingkungan.

Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pengembangan komoditas kopi. “Kehadiran Bapak Gubernur memberi semangat bagi petani sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan hasil produksi kopi,” tambahnya.

Mad Hasnurin menegaskan bahwa program ini diharapkan terus diperluas. Dengan demikian, kesejahteraan petani kopi akan meningkat, serta komoditas kopi Lampung Barat semakin kompetitif di pasar internasional.

Gabung diskusi