Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Special Plan: Pemda Akui SE Mendagri soal TKD Daerah Terdampak Bencana Efektif, Bupati Aceh Tamiang: Terima Kasih Medan

Jessica Johnson - kabarsaji.com 3 mins read 12 views

Special Plan Mendagri Bantu Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Special Plan - Pemerintah Daerah Aceh Tamiang (Pemda) menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan

Special Plan: Pemda Akui SE Mendagri soal TKD Daerah Terdampak Bencana Efektif, Bupati Aceh Tamiang: Terima Kasih Medan

Special Plan Mendagri Bantu Pemulihan Bencana Aceh Tamiang

Special Plan – Pemerintah Daerah Aceh Tamiang (Pemda) menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam menetapkan Special Plan sebagai skema bantuan keuangan antar daerah. Inisiatif ini dianggap menjadi solusi strategis untuk mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana banjir besar di Sumatra, khususnya Aceh Tamiang, pada November 2025.

Peluncuran Kebijakan Pemulihan dengan Special Plan

Special Plan yang diperkenalkan oleh Mendagri melalui Surat Nomor 900.1.1/4277/SJ tanggal 21 Mei 2026, menjadi mekanisme baru dalam kerja sama daerah untuk menghadapi krisis bencana. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Armia Pahmi, menyatakan bahwa skema ini memberikan peran penting dalam memperkuat kemitraan antar daerah, terutama dalam pemulihan infrastruktur dan pemukiman yang rusak parah.

Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi daerah yang tidak terkena bencana untuk mengalokasikan dana bantuan secara lebih efisien. Armia menjelaskan bahwa dengan Special Plan, pemerintah kota Medan, salah satu daerah penerima bantuan, dapat langsung memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses rehabilitasi Aceh Tamiang. “Ini adalah bentuk kepedulian dan keterlibatan aktif antar daerah dalam Special Plan, yang sangat berharga bagi upaya pemulihan,” ujarnya.

Kemitraan Daerah dalam Special Plan dan Respons Medan

Peluncuran Special Plan mendapat respons cepat dari berbagai daerah, termasuk Medan, yang dikenal sebagai salah satu pusat kota dengan sumber daya dan kapasitas logistik tinggi. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengungkapkan bahwa kota tersebut telah berkomitmen untuk terus mendukung Aceh Tamiang dalam berbagai aspek, mulai dari bantuan darurat hingga pemulihan jangka panjang.

“Kami mengirim armada pemadam kebakaran dan peralatan berat untuk membantu pembersihan area terkena banjir,” kata Rico. Selain itu, Medan juga segera menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 50 miliar melalui Special Plan yang dibuat oleh Satgas PRR. Kontribusi ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mempercepat pemulihan daerah-daerah terdampak bencana.

Armia menambahkan bahwa Special Plan tidak hanya mendorong keterlibatan daerah lain, tetapi juga memperkuat sistem kemitraan yang lebih solid dalam menghadapi bencana. “Kebijakan ini menunjukkan keberhasilan kerja sama antar daerah dalam merespons krisis secara kolektif,” terangnya.

Manfaat Special Plan dalam Pemulihan Bencana

Bantuan dari Medan, baik berupa alat berat maupun dana, dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan efisiensi pemulihan Aceh Tamiang. Special Plan memastikan distribusi dana yang lebih terarah, sehingga daerah terdampak bisa fokus pada pemulihan infrastruktur, sanitasi, dan pemukiman warga yang terkena bencana.

Armia juga memuji kecepatan respons Medan selama masa darurat. “Waktu tanggap yang cepat dari Medan sangat membantu dalam meminimalkan kerugian akibat banjir,” katanya. Dengan Special Plan, Armia berharap proses pemulihan Aceh Tamiang bisa lebih cepat, sehingga warga dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat.

Di samping itu, Special Plan diharapkan menjadi model kerja sama daerah yang bisa diaplikasikan di wilayah lain yang terdampak bencana. Armia menyatakan bahwa inisiatif ini bukan hanya efektif dalam konteks Aceh Tamiang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk berkoordinasi lebih baik dalam menghadapi bencana alam.

Kebijakan Special Plan juga memperkuat peran pemerintah pusat dalam memfasilitasi pertukaran dana antar daerah. Mendagri Tito Karnavian menekankan bahwa skema ini dihadirkan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas penanganan bencana, khususnya untuk daerah yang memiliki kebutuhan besar dalam pemulihan pasca-bencana. Armia menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Mendagri dan Medan atas kontribusi yang telah diberikan.

Gabung diskusi