Visit Agenda: Prabowo Resah Indonesia Belum Lolos Piala Dunia
Prabowo Khawatir Indonesia Belum Lolos Piala Dunia Visit Agenda - Dalam acara peluncuran B50 di KM 57 Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo
Prabowo Khawatir Indonesia Belum Lolos Piala Dunia
Visit Agenda – Dalam acara peluncuran B50 di KM 57 Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatiran terhadap ketidakmampuan Timnas Indonesia meraih tiket Piala Dunia 2026. Ia menekankan bahwa sepak bola adalah simbol kebanggaan nasional yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. “Masuk Piala Dunia masih sulit. Saya merasa khawatir,” kata Prabowo, menyoroti pentingnya keberhasilan tim nasional sebagai bentuk penilaian dunia terhadap kemampuan bangsa Indonesia.
Target Piala Dunia sebagai Dambaan Bangsa
Menurut Prabowo, prestasi dalam sepak bola tidak hanya menunjukkan kemajuan olahraga nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun identitas kebangsaan. “Kita bisa menggunakan Visit Agenda untuk memacu kemajuan ini, tetapi belum mampu membawa timnas ke level internasional,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa kesuksesan mengikuti kompetisi seperti Piala Dunia tidak bisa dicapai dalam waktu singkat, dan membutuhkan strategi jangka panjang yang matang.
Kekhawatiran Prabowo semakin terasa setelah Indonesia mengalami kekalahan dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan melawan Arab Saudi dan Irak, khususnya, menjadi bukti bahwa perlu ada perubahan dalam struktur pemain dan pelatih. “Kita harus bersiap lebih matang agar bisa lolos,” ujarnya, mengingatkan bahwa Timnas harus memiliki sistem kompetisi yang lebih solid.
Peran PSSI dan Kritik terhadap Kinerja Pemimpin
Dalam acara tersebut, Prabowo juga menyoroti peran PSSI dan para pemimpinnya. Ia mengkritik ketidakhadiran Erick Thohir, ketua PSSI dan Menteri Pemuda serta Olahraga, yang seharusnya menjadi pusat perhatian dalam upaya menyukseskan Visit Agenda sepak bola Indonesia. “Mana Erick Thohir? Boy, beri tahu adikmu soal prestasi Timnas, ya,” pungkas Prabowo, sambil disambut tawa oleh hadirin.
Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, mengungkapkan bahwa Prabowo menekankan kebutuhan perluasan sistem domestik untuk meningkatkan kualitas pemain. “Dengan Visit Agenda, kita bisa memastikan pengembangan sepak bola yang berkelanjutan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa reformasi dalam struktur kelembagaan dan pemilihan pelatih akan menjadi kunci untuk mencapai target Piala Dunia.
Dalam wawancara terpisah, Prabowo mengingatkan bahwa pembangunan sepak bola harus melibatkan keterlibatan lebih luas dari masyarakat. “Kita harus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam Visit Agenda ini. Tidak bisa hanya bergantung pada satu institusi,” tegasnya. Ia menilai bahwa keberhasilan Timnas tidak hanya tergantung pada keputusan pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah, klub, dan pemain.
Sementara itu, prinsip Visit Agenda juga diaplikasikan dalam peningkatan infrastruktur dan pembiayaan sepak bola. Prabowo menyoroti bahwa pendanaan yang lebih besar diperlukan untuk memperkuat lembaga seperti PSSI dan membangun lingkungan kompetitif bagi pemain muda. “Kita harus siapkan segala hal, mulai dari sistem pelatihan hingga fasilitas latihan,” jelasnya, memberikan gambaran bahwa Visit Agenda menjadi kerangka kerja untuk mendorong percepatan reformasi.
Menurut analis olahraga, kegagalan Indonesia meraih tiket Piala Dunia adalah momen penting untuk mengevaluasi kinerja sejumlah pemimpin. “Kekhawatiran Prabowo mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap capaian Timnas,” kata salah satu peneliti. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Visit Agenda akan menjadi penentu apakah Indonesia bisa menyamai prestasi negara-negara lain dalam kompetisi internasional.
Dengan target Visit Agenda yang lebih ambisius, Prabowo mengingatkan bahwa semua pihak harus bekerja sama dalam meningkatkan kualitas sepak bola. “Jangan remehkan sepak bola. Ini adalah kehormatan yang harus dijaga,” ujarnya kembali. Dalam konteks ini, keberhasilan mengikuti Piala Dunia tidak hanya tentang gelar, tetapi juga sebagai bukti komitmen bangsa Indonesia untuk berkembang di kancah internasional.
Dari sisi tata kelola, Prabowo menilai PSSI perlu melakukan penyesuaian dalam mengelola kompetisi domestik. “Sistem yang tidak efektif akan menghambat kemajuan,” katanya. Hal ini sejalan dengan harapan bahwa Visit Agenda akan menjadi pemicu perubahan struktural yang lebih efisien. Dengan pengembangan yang konsisten, Indonesia bisa memperbaiki posisi di kualifikasi Piala Dunia 2030, yang menjadi target berikutnya.
