Topics Covered: Kerja Sama Pemugaran, Prabowo Akan ke Candi Prambanan Bersama Modi
Kerja Sama Pemugaran Candi Prambanan Prabowo dan Modi Topics Covered – Pada 7 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi
Kerja Sama Pemugaran Candi Prambanan Prabowo dan Modi
Topics Covered – Pada 7 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan melakukan kunjungan ke Candi Prambanan di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama dalam revitalisasi situs sejarah. Pemugaran ini tidak hanya menjadi simbol kolaborasi antara kedua negara, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga keberlanjutan budaya dan arkeologi. Dalam kunjungan tersebut, mereka akan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan, serta mengumumkan langkah-langkah strategis untuk mendukung proyek yang akan memperbaiki struktur candi dan lingkungannya.
Kunjungan ke Situs Budaya Hindu
Modi menekankan pentingnya Candi Prambanan sebagai representasi kekayaan budaya Hindu yang diwariskan oleh sejarah. “Candi ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa, dan menjadi bukti hubungan erat antara India dan Indonesia selama berabad-abad,” ujarnya. Pemugaran yang dilakukan bersama akan membantu memperkuat identitas budaya kedua negara, terutama dalam konteks pertukaran ilmu pengetahuan dan keahlian. Dalam pernyataan persnya, Modi menyatakan bahwa dirinya akan meresmikan program revitalisasi tersebut, yang merupakan bagian dari perjanjian kerja sama antara pemerintah Indonesia dan India.
“Besok saya akan meresmikan, bersama dengan Presiden Prabowo, konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta,” ujar Modi dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2026. Topics Covered juga mencakup peningkatan kualitas pengelolaan situs sejarah ini, yang sebelumnya telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Modi menjanjikan bantuan teknis dan finansial dari India untuk mempercepat proses restorasi, serta memperkenalkan inovasi dalam teknologi pemugaran.
Proses Restorasi yang Dibangun
Prabowo Subianto menyambut baik rencana pemugaran Candi Prambanan yang dilakukan bersama Modi. “Kita perlu menggabungkan keahlian lokal dan global agar hasilnya optimal,” katanya. Konservasi yang direncanakan akan mencakup pemeliharaan candi utama seperti Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siva, sekaligus memperbaiki perwara atau candi kecil yang menjadi bagian dari kompleks utama. Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, proyek ini tidak hanya fokus pada struktur fisik, tetapi juga mencakup penelitian arkeologi dan pengembangan infrastruktur penelitian.
Proses restorasi akan melibatkan tim ahli dari Indonesia dan India, yang akan melakukan evaluasi terhadap kondisi perwara serta merancang strategi untuk menjaga keaslian situs. “Kita berharap kerja sama ini akan memberikan dampak positif pada keberlanjutan budaya, serta meningkatkan kualitas pengalaman wisata sejarah bagi pengunjung,” tambah Fadli Zon. Topics Covered juga mencakup pertukaran peneliti dan pelatihan teknis bagi para arkeolog lokal, yang diharapkan akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam mengelola situs sejarahnya.
Kemitraan dalam Teknologi dan Penelitian
Selain pemugaran Candi Prambanan, Topics Covered juga mencakup kerja sama dalam bidang teknologi dan penelitian antara BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Indian Space Research Organisation (ISRO). Kesepakatan ini akan berfokus pada pengembangan kemitraan dalam riset luar angkasa, termasuk kolaborasi dalam memperkenalkan teknologi modern untuk pemantauan struktur candi secara digital. “Dengan pendekatan ini, kita dapat memastikan preservasi candi tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara data dan informasi,” jelas Fadli Zon.
Kerja sama antara kedua negara juga mencakup program pendidikan dan pelatihan di bidang arkeologi, serta pengembangan sistem keamanan dan pelindungan situs sejarah. Modi mengungkapkan bahwa India siap memberikan bantuan teknis untuk proyek ini, termasuk penggunaan drone dan sensor untuk memantau kondisi candi. “Ini adalah langkah konkret untuk menunjukkan komitmen kita dalam menjaga budaya, khususnya pada lokasi yang memiliki nilai sejarah tinggi,” tambahnya.
Sebelumnya, Modi menghabiskan tiga hari di Indonesia, tiba di Jakarta pada Senin, 6 Juli 2026. Selain berada di ibu kota, ia juga melawat ke Yogyakarta untuk melihat langsung kondisi candi. “Kunjungan ini adalah bentuk penghargaan terhadap budaya dan sejarah Indonesia, yang merupakan bagian dari kemitraan kita dalam sektor pariwisata dan pendidikan,” kata Modi. Topics Covered dalam pertemuan bilateral tersebut mencakup 16 kesepakatan strategis, termasuk pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan dan energi terbarukan.
