Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Metro

Polisi Pastikan Penembak Pilot Amerika Kelompok Bakusip

Mark Hernandez - kabarsaji.com 2 mins read 14 views

Polisi Pastikan Penembak Pilot Amerika Kelompok Bakusip Konfirmasi Identitas Kelompok Polisi Pastikan Penembak Pilot Amerika Kelompok - Satuan Tugas Penegakan

Polisi Pastikan Penembak Pilot Amerika Kelompok Bakusip

Polisi Pastikan Penembak Pilot Amerika Kelompok Bakusip

Konfirmasi Identitas Kelompok

Polisi Pastikan Penembak Pilot Amerika Kelompok – Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz mengonfirmasi bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak dan membunuh pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, merupakan kelompok Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.

“Dari beberapa unggahan di media sosial, Bakusip menyatakan bahwa mereka tergabung dalam kelompok yang dipimpin Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” kata Era Adhinata, Kepala Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz, seperti dilansir Antara Jayapura, Papua, pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Langkah Penyelidikan

Sejak peristiwa penembakan terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz telah melakukan investigasi menyeluruh. Proses tersebut melibatkan pemeriksaan saksi, wawancara dengan pihak terkait, pengumpulan data, serta pemantauan informasi di platform media sosial.

Sampai saat ini, pihak berwenang masih mengeksplorasi hubungan antara kelompok Bakusip dan Elkius Kobak. Informasi tersebut menjadi fokus dalam upaya mengungkap latar belakang aksi yang menewaskan Nicholas Goselin.

Pernyataan Pemimpin Kelompok

Beberapa saat setelah aksi penembakan, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim tanggung jawab atas kejadian tersebut. Tidak lama setelahnya, Elkius Kobak juga menyatakan hal serupa. Bahkan, pelaku mengunggah foto menunjukkan seseorang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah dibakar.

“Dari hasil identifikasi, pelaku terbukti adalah M. Mbalingga,” ujar Era Adhinata.

Dalam proses penyelidikan, penyidik masih mencari tahu alasan di balik penyerangan tersebut. Meski demikian, ancaman yang disampaikan kelompok KKB melalui rekaman media sosial menunjukkan kepentingan mereka terhadap aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka anggap sebagai area operasi.

Gabung diskusi