Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Bisnis

Key Strategy: Berapa Proyeksi Kenaikan Harga Emas pada Pekan Depan

Mary Martinez - kabarsaji.com 4 mins read 15 views

Berapa Proyeksi Kenaikan Harga Emas pada Pekan Depan Key Strategy menyebutkan bahwa harga emas dalam perdagangan pekan depan berpotensi mengalami peningkatan

Key Strategy: Berapa Proyeksi Kenaikan Harga Emas pada Pekan Depan

Berapa Proyeksi Kenaikan Harga Emas pada Pekan Depan

Key Strategy menyebutkan bahwa harga emas dalam perdagangan pekan depan berpotensi mengalami peningkatan signifikan. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa jika harga emas global bergerak naik ke level US$ 4348 per troy ounce, maka harga emas di pasar domestik akan mencapai Rp 2.780.000 per gram. Key Strategy menegaskan bahwa tren kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk dinamika geopolitik, kebijakan moneter, dan perubahan permintaan global.

“Jika harga emas dunia mencapai resisten kedua di US$ 4348 per troy ounce, maka harga logam mulia di pasar domestik akan naik ke Rp 2.780.000 per gram,” ujar Ibrahim, Ahad, 5 Juli 2026.

Key Strategy menjelaskan bahwa proyeksi kenaikan harga emas tidak hanya berdasarkan pergerakan pasar internasional, tetapi juga terkait dengan strategi pembelian logam mulia oleh institusi keuangan global. Harga emas yang sedang melemah belakangan ini menjadi momentum bagi para investor untuk memperkuat posisi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi. Key Strategy menekankan bahwa para pelaku pasar cenderung mengalihkan investasi ke aset berharga seperti emas saat kondisi ekonomi tidak stabil.

Faktor Geopolitik Timur Tengah

Key Strategy menyebutkan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas. Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang telah mengakhiri perang menghasilkan perbaikan aliran pasokan minyak, yang berdampak pada penurunan harga minyak global. Dengan harga minyak yang melemah, investor mulai mencari alternatif investasi yang lebih aman, seperti emas. Key Strategy menambahkan bahwa kestabilan geopolitik ini menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Key Strategy juga memperhatikan dampak dari pengurangan tekanan geopolitik terhadap pasar keuangan. Dengan persaingan antar negara besar berkurang, masyarakat cenderung lebih percaya pada investasi jangka panjang, termasuk emas. Key Strategy berpendapat bahwa jika situasi Timur Tengah tetap stabil, maka kenaikan harga emas bisa terus berlanjut, meskipun ada kemungkinan koreksi di level tertentu.

Kebijakan Federal Reserve

Key Strategy menyoroti kebijakan moneter Federal Reserve sebagai faktor penting yang memengaruhi harga emas. Angka pengangguran yang turun dan harga minyak global yang menurun berpotensi mendorong inflasi untuk melambat mendekati 2 persen. Key Strategy menjelaskan bahwa jika inflasi tetap stabil, maka Federal Reserve kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

“Kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan akan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan harga emas,” katanya.

Key Strategy menegaskan bahwa suku bunga yang rendah berdampak langsung pada biaya pembiayaan investasi. Hal ini membuat emas lebih menarik bagi investor karena biaya investasi di pasar saham dan obligasi meningkat. Key Strategy berharap bahwa kebijakan ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun, sehingga mendorong harga emas untuk melanjutkan tren kenaikannya.

Sisi Pasokan dan Permintaan

Key Strategy mengungkapkan bahwa pasokan emas juga berpengaruh terhadap harga pasar. Bank Sentral Global terus menambah pembelian emas batangan sebanyak 41 ton pada Mei 2026, sementara Cina meningkatkan stok sebanyak 10 ton. Key Strategy menambahkan bahwa Uzbekistan dan Kazakhstan juga aktif menambah cadangan emas, masing-masing sekitar 33 ton dan 361 ton. Dengan peningkatan pasokan ini, Key Strategy mengatakan bahwa harga emas bisa mengalami tekanan ke bawah jika ada kelebihan pasokan.

“Dengan pasokan emas yang terus meningkat, kita bisa memperkirakan bahwa harga emas akan naik jika permintaan tetap stabil,” ujar Ibrahim.

Key Strategy menjelaskan bahwa kenaikan harga emas pada pekan depan bisa dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan. Jika pasokan emas global tidak mengalami kenaikan signifikan, maka permintaan yang tinggi dari investor akan mendorong harga logam mulia ke level yang lebih tinggi. Key Strategy menekankan bahwa para pelaku pasar akan terus memantau faktor-faktor ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Analisis Pasar dan Perspektif

Key Strategy melakukan analisis mendalam terhadap pergerakan harga emas selama seminggu terakhir. Dengan harga emas pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, di Rp 2.670.000 per gram, Key Strategy memprediksi bahwa pekan depan bisa menjadi momen penting bagi pergerakan harga. Key Strategy menambahkan bahwa selama dua minggu terakhir, harga emas telah mengalami peningkatan sebesar 1,2 persen, yang menunjukkan kenaikan signifikan.

“Kenaikan ini terjadi karena pelaku pasar berharap ada peningkatan permintaan emas di akhir tahun,” kata Ibrahim.

Key Strategy berharap bahwa trend kenaikan ini akan terus berlanjut selama beberapa minggu, terutama jika faktor geopolitik dan kebijakan moneter tetap stabil. Namun, jika terjadi koreksi, Key Strategy memperkirakan bahwa harga emas akan turun ke Rp 2.650.000 per gram. Analisis Key Strategy menunjukkan bahwa emas memiliki potensi untuk memperkuat posisi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Gabung diskusi