Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Bisnis

New Policy: 4 Rig Baru Pertamina Drilling untuk Genjot Produksi Migas

Robert Hernandez - kabarsaji.com 4 mins read 25 views

Empat Rangkaian Rig Baru untuk Dorong Pertumbuhan Produksi Migas New Policy - Under the New Policy, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina

New Policy: 4 Rig Baru Pertamina Drilling untuk Genjot Produksi Migas

Empat Rangkaian Rig Baru untuk Dorong Pertumbuhan Produksi Migas

New Policy – Under the New Policy, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melakukan langkah strategis dengan menambahkan empat unit rig baru guna mendorong peningkatan kapasitas produksi migas nasional. Upaya ini bertujuan memperkuat kemampuan operasional perusahaan dalam memenuhi target pengeboran yang diharapkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Provinsi Riau. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Drilling untuk menerapkan New Policy dalam pengembangan sektor energi, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasi. Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan bahwa penambahan rig baru ini merupakan hasil dari pengembangan teknologi yang selaras dengan visi perusahaan dalam menciptakan solusi pengeboran yang lebih inovatif.

Kapasitas dan Keunggulan Teknologi

Empat rig yang ditambahkan dalam rangkaian New Policy memiliki kapasitas daya 350 horsepower (HP) dan dikembangkan sebagai rig mobil. Jenis rig ini menjadi inovasi terbaru dalam industri pengeboran, dengan keunggulan utama berupa sistem listrik penuh (fully electric) yang menjadikannya lebih ramah lingkungan dibandingkan rig konvensional. Selain itu, rig ini dilengkapi dengan sistem joystick yang memberikan fleksibilitas operasional lebih tinggi, sehingga memungkinkan perpindahan antar lokasi pengeboran lebih cepat. “New Policy kami mengutamakan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan efisien, sehingga rig baru ini menjadi salah satu implementasi strategis,” jelas Avep, seperti dilansir Antara pada Sabtu, 4 Juli 2026.

“Mobilisasi rig menjadi lebih cepat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya,” tambah Avep.

Kemitraan dan Pengembangan Operasional

Penambahan empat rig baru dalam kerangka New Policy juga melibatkan kerja sama strategis dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan internasional ADES. Kerja sama ini bertujuan memastikan ketersediaan sumber daya teknologi terkini untuk mendukung operasional pengeboran. Avep menyebutkan bahwa New Policy menjadi dasar bagi pengembangan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan industri migas. “Kami telah menyusun rencana penambahan kapasitas armada ini sebagai bagian dari New Policy untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan,” terangnya.

Dalam konteks operasional, rig mobile yang dikembangkan dalam New Policy memungkinkan perusahaan mengoptimalkan lokasi pengeboran secara lebih dinamis. Keunggulan ini terutama penting dalam daerah-daerah yang memiliki medan pengeboran kompleks, seperti Riau. Rig baru ini juga dirancang untuk mendukung keberlanjutan industri, mengurangi dampak lingkungan, dan mempercepat siklus kerja. Selain itu, New Policy memberikan peluang untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pemberdayaan.

Penambahan Kapasitas Armada

Secara keseluruhan, Pertamina Drilling saat ini mengoperasikan 58 rig onshore dengan kapasitas 300–2000 HP, dua rig offshore workover berkapasitas 550 HP, serta tiga jack-up rig yang dikembangkan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan internasional ADES. Penambahan empat rig mobil baru dalam New Policy meningkatkan total armada perusahaan, sehingga memperkuat kapasitas pengeboran dalam rangka mencapai target produksi migas nasional. Avep menekankan bahwa ini adalah bagian dari New Policy yang fokus pada penguatan infrastruktur untuk mendukung stabilitas pasokan energi.

Penambahan armada rig ini juga merupakan respons terhadap tantangan pasar global yang terus berubah. Dengan memperluas kapasitas produksi, Pertamina Drilling berharap dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya migas luar negeri sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. New Policy juga mendorong penggunaan teknologi canggih yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon selama proses pengeboran.

Variasi Layanan Pengeboran

Di samping pengeboran konvisional, Pertamina Drilling menyediakan lebih dari 16 jenis layanan associated drilling berbasis skema Integrated Project Management (IPM). Layanan ini menggabungkan teknologi dan keahlian untuk memastikan proses pengeboran lebih cepat, aman, dan efisien. New Policy menjadi dasar bagi pengembangan layanan ini, dengan fokus pada penerapan standar internasional dan kepuasan pelanggan. “New Policy kami mencakup peningkatan berbagai layanan pengeboran, termasuk integrasi teknologi yang terbaru,” kata Avep.

Keberagaman layanan dalam New Policy tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas jangkauan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan berbagai proyek migas. Dengan sistem IPM, Pertamina Drilling dapat mengoptimalkan pengelolaan proyek sejak awal hingga akhir, meminimalkan risiko, dan meningkatkan kualitas hasil. Penambahan rig mobil dalam New Policy juga mendukung pengembangan layanan ini, karena rig yang lebih fleksibel dapat beroperasi di berbagai lokasi secara lebih efektif.

Implikasi Ekonomi dan Lingkungan

Pengembangan rig baru dalam New Policy memiliki dampak yang signifikan bagi sektor energi nasional. Selain meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan efisiensi operasional ini juga berkontribusi pada pengurangan biaya operasional, yang sekaligus meningkatkan keuntungan bagi industri migas. Avep menyebutkan bahwa New Policy ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan, dengan penekanan pada penggunaan energi terbarukan dan penerapan teknologi yang minim dampak lingkungan.

Penambahan rig mobil dalam New Policy juga berdampak pada lingkungan. Sistem listrik penuh yang digunakan pada rig ini mengurangi emisi karbon sekitar 20% dibandingkan rig konvensional. Selain itu, dengan mobilitas yang lebih cepat, proses pengeboran dapat dipercepat tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. “New Policy kami tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup,” jelas Avep.

Gabung diskusi