Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Bisnis

Key Strategy: Elnusa Petrofin Dukung Implementasi B50 Nasional Lewat Penyaluran Perdana Biosolar Industri

Robert Hernandez - kabarsaji.com 2 mins read 16 views

Strategi Utama: Elnusa Petrofin Dorong Implementasi B50 Nasional Melalui Penyaluran Biosolar Industri Key Strategy - Strategi utama Pertamina Group dalam

Key Strategy: Elnusa Petrofin Dukung Implementasi B50 Nasional Lewat Penyaluran Perdana Biosolar Industri

Strategi Utama: Elnusa Petrofin Dorong Implementasi B50 Nasional Melalui Penyaluran Biosolar Industri

Key Strategy – Strategi utama Pertamina Group dalam mencapai kemandirian energi nasional semakin konkret dengan keterlibatan PT Elnusa Petrofin (EPN) dalam penyediaan bahan bakar berbasis biodiesel, yaitu B50. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang dikelola oleh PT Elnusa Tbk (ELSA), EPN berperan aktif dalam penyaluran Biosolar Industri B50 ke industri, dengan penyaluran perdana dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, pada 2 Juli 2026. Momentum ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengakselerasi transisi energi nasional.

Adopsi B50: Langkah Strategis untuk Kemandirian Energi

Implementasi B50 tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, tetapi juga untuk mendukung ekosistem energi dalam negeri. Dengan adanya biodiesel dalam bauran solar, Indonesia semakin memperkuat kapasitas produksi energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon. Program B50 ini merupakan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026, yang menetapkan pencampuran 50 persen biodiesel ke dalam bahan bakar solar, sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk transisi ke energi berkelanjutan.

Kesiapan Elnusa Petrofin dalam menyalurkan B50 juga mencerminkan komitmen Pertamina Group untuk mempercepat transisi energi. Sebagai penyedia logistik energi, EPN memastikan seluruh proses distribusi B50 dilakukan secara terpadu, mulai dari persiapan terminal hingga pengiriman langsung ke pelanggan industri. Ini menjadi bagian dari strategi utama untuk mendukung kebijakan pemerintah dan membangun ekosistem bahan bakar berkelanjutan.

“Penyaluran Biosolar Industri B50 merupakan bukti konkret dari kerja sama seluruh jajaran Pertamina Group dalam mewujudkan visi transisi energi nasional. Kami bangga bisa menjadi bagian dari strategi ini, khususnya dalam mendukung sektor pertambangan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia,” ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.

Penyaluran Perdana: Kesiapan Teknologi dan Infrastruktur

Penyaluran B50 perdana ke industri dilakukan via kapal MT Ocean Link pada 1 Juli 2026, lalu diikuti oleh kapal OB Ocean Brave pada hari berikutnya. Langkah ini menunjukkan kesiapan Elnusa Petrofin dalam mengoperasikan teknologi Automatic Inline Blending (ILB) di Fuel Terminal IBT Pulau Laut. Fasilitas ini mampu mencampur biodiesel secara otomatis dalam pipa dengan kapasitas hingga 1.000 KL per jam, memastikan kualitas bahan bakar B50 tetap terjaga selama distribusi.

Teknologi ILB juga menjadi elemen penting dalam strategi utama Pertamina Group untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar nabati. Dengan mengurangi risiko manusial dalam proses pencampuran, EPN mempercepat distribusi B50, sekaligus menjaga standar kualitas sesuai aturan pemerintah. Kesiapan infrastruktur ini menunjukkan kemampuan Pertamina Group dalam menjalankan inisiatif strategis, terutama dalam bidang keberlanjutan energi.

Penggunaan B50 memberikan manfaat signifikan bagi industri, termasuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Selain itu, bauran biodiesel ini berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca, sesuai dengan target dekarbonisasi Indonesia. Elnusa Petrofin berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam menyediakan bahan bakar yang ramah lingkungan, sebagai bagian dari strategi utama Pertamina Group untuk mencapai target energi hijau.

Gabung diskusi