Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Bobby Nasution Bangun Jalan Sipiongot Setelah 81 Tahun

Robert Hernandez - kabarsaji.com 2 mins read 16 views

i Sipiongot Setelah 81 Tahun Tanpa Perbaikan Infrastruktur Latest Program - Kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, kini mulai mengalami perubahan

Latest Program: Bobby Nasution Bangun Jalan Sipiongot Setelah 81 Tahun

Bobby Nasution Memulai Pembangunan Jalan di Sipiongot Setelah 81 Tahun Tanpa Perbaikan Infrastruktur

Latest Program – Kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, kini mulai mengalami perubahan setelah sekian lama mengalami keterisolasian. Sebuah jalan baru yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membawa harapan baru bagi masyarakat setempat, terutama dalam meningkatkan akses ke perekonomian dan fasilitas umum.

Kegiatan Penghargaan dan Sambutan dari Masyarakat

Sejumlah warga Sipiongot memberikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. Upacara penghargaan diadakan di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, di Kompleks Menteng Indah, Medan, Ahad, 28 Juni 2026. Acara tersebut diiringi pengajian oleh Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS).

“Selama 12 tahun saya di DPRD terus mengawal persoalan ini. Dulu dibangun sedikit demi sedikit, dua kilometer, lima kilometer, tetapi tidak pernah tuntas. Sekarang jalan yang menghubungkan daerah terisolir langsung ditangani secara serius,” kata Ihwan Ritonga.

Pemerintah Sumatera Utara telah menyiapkan anggaran sekitar Rp283 miliar untuk membangun dan memperbaiki 13 ruas jalan di Sipiongot serta sekitarnya. Kepala DPRD Sumut tersebut menilai proyek ini menjadi momen penting bagi wilayah yang selama puluhan tahun tak merasakan perbaikan infrastruktur yang komprehensif.

Kisah Nyata dari Penduduk Lokal

Kepala Desa Janji Manahan, Ali Mutarman Dalimunthe, mengingat masa kecilnya ketika harus berjalan kaki sambil membawa hasil panen melewati jalan berlumpur menuju pasar. “Saya lahir tahun 1980. Saat kelas enam SD, ke Pasar Sipiongot harus berjalan kaki sambil memikul barang. Jalannya berlumpur dan sangat berat dilalui,” ujarnya.

Kepala Desa Siburbur, Sahbuddin Ritonga, menuturkan perjalanan menuju pasar tradisional memakan waktu tiga jam karena jaraknya sekitar lima kilometer. Kondisi jalan yang buruk membuat biaya distribusi hasil pertanian meningkat, hingga harga jual komoditas seperti sawit turun dibanding daerah lain.

“Saya pernah lewat jam dua pagi. Di tengah jalan kendaraan kami terpacak, tidur di tengah hutan. Baru sekali itu saya melihat kondisi kampung yang membuat saya menangis di tempat sejak menjadi kepala daerah,” ungkap Bobby Afif Nasution.

Dalam wawancara, Bobby menegaskan bahwa pembangunan jalan adalah kewajiban pemerintah. Namun, pengalaman langsung di Sipiongot memberinya kesan mendalam. “Jalan Sipiongot dibangun karena masyarakat membutuhkannya. Jangan ada lagi istilah daerah tertinggal atau daerah yang seolah tidak masuk dalam peta pembangunan,” tegasnya.

Terlepas dari proyek fisik, Bobby juga berkomitmen menyediakan program beasiswa bagi putra-putri Sipiongot. Tujuannya agar warga memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan. Bagi masyarakat setempat, progres ini bukan hanya menghadirkan jalan yang lebih baik, tetapi juga membuka akses ke pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik. Harapan yang selama puluhan tahun terasa jauh kini mulai terwujud seiring terbukanya konektivitas wilayah tersebut.

Gabung diskusi