Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Metro

Historic Moment: Ibu Korban Duga Iring-iringan TNI Tabrak Lari Anaknya di Jayapura

Michael Anderson - kabarsaji.com 3 mins read 18 views

Historic Moment: TNI Iring-iringan Tabrak Lari Anak di Jayapura Historic Moment - Sebuah historic moment terjadi di Kota Jayapura, Papua, saat seorang pemuda

Historic Moment: Ibu Korban Duga Iring-iringan TNI Tabrak Lari Anaknya di Jayapura

Historic Moment: TNI Iring-iringan Tabrak Lari Anak di Jayapura

Historic Moment – Sebuah historic moment terjadi di Kota Jayapura, Papua, saat seorang pemuda bernama Kevin Febrian Chen menjadi korban tabrak lari yang diduga dilakukan rombongan kendaraan militer. Insiden berat ini terjadi pada Ahad, 14 Juni 2026, sekitar pukul 20.56 WIT di Jalan Dunlop, Kecamatan Sentani, dan langsung memicu reaksi cepat dari keluarga korban serta masyarakat setempat.

Detik-detik Kecelakaan dan Penyelidikan Awal

Keluarga Kevin, khususnya ibu korban Sampe Mulyana (a.k.a Ully), mengklaim anaknya mengalami luka serius setelah ditabrak oleh rombongan TNI Angkatan Darat. Menurut laporan, Ully mendapatkan informasi bahwa kendaraan yang menabrak anaknya termasuk dalam rombongan batalion TNI. “Saya baru tahu setelah menunggu beberapa hari bahwa itu rombongan TNI AD,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 27 Juni 2026.

Dalam rekaman CCTV yang diakses Ully, terlihat jelas kejadian tabrak lari tersebut. Namun, para tentara tidak menunjukkan respons atau tanggung jawab setelah insiden terjadi. “Mereka bahkan tidak memperhatikan kondisi korban, padahal itu historic moment yang mengguncang masyarakat,” tambah Ully, sambil mengungkapkan kekecewaannya.

Proses Peralihan dan Upaya Pemantauan

Setelah kejadian, Ully langsung menghubungi Unit Lalu Lintas Polsek Sentani untuk mengajukan laporan. Pihak kepolisian mengklaim telah menerbitkan laporan polisi atas kasus tabrak lari tersebut. Namun, dalam beberapa hari berikutnya, laporan dianggap oleh Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) XVII/Cenderawasih. “Mereka melakukan pelimpahan tanpa kami tahu,” jelas Ully.

Kolonel Infanteri Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, memberikan klarifikasi bahwa laporan dari keluarga korban sudah diterima oleh Pomdam. “Kami sedang memeriksa semua bukti, termasuk rekaman CCTV,” katanya saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 28 Juni 2026. Meski demikian, Ully masih menunggu identifikasi pelaku dan kejelasan penyebab kecelakaan.

Perdebatan tentang Penanganan Kasus

Kasus ini memicu perdebatan mengenai penanganan hukum terhadap anggota TNI. Editor menyebutkan bahwa historic moment ini menjadi contoh bagaimana institusi militer dan kepolisian menghadapi situasi yang kompleks. Apakah kepolisian dapat menyidik kasus teror air keras tanpa barang bukti yang jelas?

Menurut Tri Purwanto, penyelidikan masih berlangsung bersamaan antara kepolisian dan Pomdam. “Kami masih memeriksa setiap saksi dan bukti, meski masyarakat meminta kejelasan lebih cepat,” katanya. Namun, Ully mengungkapkan kekecewaannya karena proses pemeriksaan terasa lambat. “Kami harap ada transparansi agar kasus ini selesai dengan adil,” tambahnya.

Kemungkinan Dampak Sosial dan Kehidupan Korban

Kevin Febrian Chen, seorang pemuda yang berusia 23 tahun, mengalami cedera parah setelah ditabrak oleh rombongan TNI. Menurut sumber di rumah sakit, kondisi korban semakin memburuk setelah menerima perlakuan yang diduga kasar dari para tentara. “Ini bukan hanya kecelakaan biasa, tapi historic moment yang menunjukkan ketidakpedulian institusi keamanan,” ujar warga sekitar yang mengaku terkejut.

Keluarga Kevin juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses penanganan kasus. Mereka meminta pihak TNI memperjelas peran masing-masing anggotanya dalam insiden tersebut. Sementara itu, masyarakat setempat mulai menyoroti kinerja TNI dalam menangani kecelakaan lalu lintas di jantung kota.

Historic Moment Sebagai Pemicu Diskusi

Kejadian historic moment di Jayapura ini menjadi sorotan nasional karena melibatkan institusi militer. Banyak warganet menyoroti peristiwa tersebut di media sosial, dengan tagar #TNI_Tabrak_Lari dan #Kasus_Kayu_Keranjang menjadi trending topic. Masyarakat mempertanyakan apakah TNI memiliki kewenangan penuh dalam menangani kasus lalu lintas di jalan umum.

Sementara itu, pihak Kepolisian dan TNI sepakat bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal. “Kami menunggu hasil investigasi untuk menentukan apakah ada pelanggaran hukum,” jelas Tri Purwanto. Meski begitu, Ully menegaskan bahwa keluarga korban tetap mengharapkan kejelasan dan keadilan setelah historic moment yang mengguncang masyarakat.

Gabung diskusi