Live voltage Agustus 3, 2026
Power Radar
Nasional

Latest Program: Prabowo Sindir Orang yang Gaduh, Ribut, dan Suka Bakar-bakar

Mark Martin - kabarsaji.com 3 mins read 21 views

k Orang yang Gaduh dan Suka Bakar-Bakar Acara Utama di Jakarta International Convention Center Latest Program menjadi sorotan utama pada Jumat, 26 Juni 2026

Latest Program: Prabowo Sindir Orang yang Gaduh, Ribut, dan Suka Bakar-bakar

Latest Program: Prabowo Kritik Orang yang Gaduh dan Suka Bakar-Bakar

Acara Utama di Jakarta International Convention Center

Latest Program menjadi sorotan utama pada Jumat, 26 Juni 2026, di Jakarta International Convention Center. Acara yang dihadiri oleh ribuan rektor, dekan, dan dosen ini menjadi platform bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pandangan kritis terhadap kegaduhan dan perdebatan yang terus-menerus memicu konflik di masyarakat. Dalam pidatonya, Prabowo menggarisbawahi pentingnya fokus pada kesejahteraan rakyat dan pengelolaan kebijakan yang konsisten, bukan hanya berselisih karena perbedaan pendapat.

Prabowo menyoroti bahwa sebagai negara demokratis, Indonesia memang memiliki ruang untuk perbedaan. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk memicu kegaduhan yang berlebihan. “Mengapa kita terus gaduh? Setiap setelah pemilihan, yang kalah justru memperumit masalah?” tanya Prabowo dalam pidatonya, yang dianggap sebagai kritik tajam terhadap pola pikir yang cenderung memecah belah.

“Segala kepintaran kita, harus kita abdikan ke yang paling miskin, yang paling lemah,” ujarnya, menegaskan tanggung jawab para pemimpin dan tokoh intelektual untuk memastikan kebijakan mereka berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk mengedepankan keadilan dan keberlanjutan dalam pembangunan.

Konteks Pemilihan dan Perdebatan Politik

Dalam Latest Program, Prabowo juga menyampaikan kritik terhadap pola pikir yang menganggap kegaduhan dan perdebatan politik sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Menurutnya, selama pemilihan, masalah yang muncul justru sering diabaikan karena fokus pada perbedaan ide. “Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, atau maki-memaki itu berguna, silakan,” tambah Prabowo, yang dianggap sebagai penebalan pendapat untuk memperkuat kepentingan rakyat.

Prabowo menekankan bahwa kegaduhan yang terus-menerus terjadi bisa mengganggu proses kebijakan dan pengambilan keputusan. Ia menyampaikan bahwa dalam berdemokrasi, perbedaan harus dijadikan peluang untuk berkolaborasi, bukan alasan untuk menghancurkan kesatuan. “Masa kita masih terus menggaduh, padahal banyak hal penting yang belum selesai?” tanyanya, menggambarkan kekecewaannya terhadap tingkat produktivitas politik.

Kritik Prabowo ini dianggap relevan dalam konteks pemilihan yang baru berlangsung. Banyak orang, menurutnya, terlalu fokus pada perbedaan dan tidak mampu melihat kepentingan bersama. “Dalam Latest Program, kita harus mengingatkan bahwa kegaduhan itu bukan bantuan, tapi hambatan,” paparnya, menegaskan pentingnya stabilitas untuk menggerakkan pembangunan yang lebih cepat.

Peran Cendekiawan dalam Membangun Kesejahteraan

Prabowo menyebutkan bahwa para cendekiawan, termasuk akademisi, memiliki peran penting dalam memperkuat kebijakan dan mencegah konflik yang tidak perlu. “Kita harus menjadi contoh bagi rakyat, bukan menjadi sumber kegaduhan,” ujarnya, menyoroti tanggung jawab akademisi dalam menjaga harmoni sosial. Pernyataan ini sejalan dengan tema Latest Program yang membahas kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.

Di sisi lain, Prabowo menyoroti bahwa kegaduhan sering kali diakui sebagai cara untuk menyelesaikan masalah, tetapi justru memperumit kondisi. “Kita perlu mengubah cara berpikir, karena kegaduhan itu bisa membuat masalah menjadi lebih besar dari sebelumnya,” tambahnya. Ia menilai bahwa dalam Latest Program, penting untuk menciptakan konsensus yang mendorong keberhasilan pemerintahan.

Acara tersebut juga menampilkan beberapa pembicara lain, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang menyampaikan pandangan tentang peran mahasiswa dalam membangun masyarakat yang lebih maju. Meski Gibran mengajak mahasiswa blusukan ke daerah, Prabowo mengkritik pola pikir yang menganggap perdebatan dan kegaduhan sebagai alat untuk memperkuat argumen politik. “Latest Program harus menjadi titik balik, bukan tempat untuk memicu permusuhan,” pungkasnya.

Gabung diskusi